Lakon Pewayangan : Arjuna Wibawa, Prabu Sriwedari

Prabu Matswapati yang berkuasa di Wirata sedang duduk di singgasana dihadap permaisuri Dewi Rekatawati, putrinya yakni Dewi Utari serta putranya yakni: Seta, Untara dan Wratsangka serta kedua patihnya yaitu Jaya Nirbita dan Nirmala. Pada pertemuan itu tiba-tiba datangnya Patih Sengkuni sebagai utusan Prabu Suyudana yang mengatakan bahwa raja Wirata ditunggu kehadirannya di Astina. Prabu Matswapati merasa sakit hati karena kecongkakan Prabu Suyudana itu maka ia menolak undangan itu, dan terjadi peperangan.

Tamu-tamunya, dan bercerita tentang Arjuna yang telah diambil menantu. Atas persetujuan Prabu Kresna, Arjuna dinobatkan menjadi raja di Tasikmadu, bergelar Prabu Arjunawibawa. Prabu Matswapati mendapat bantuan Prabu Arjunawibawa dari Sriwedari serta Prabu Danumurti dari Rajegwesi. Dalam peperangan itu Kurawa sungguh hebat kedua raja suruhan itu kalah dan dipaksa untuk melawan raja Wirata. Di tengah perjalanan Danumurti bertemu dengan Angkawijaya dan Gatotkaca, maka terjadi perselisihan, tetapi raja dari Rajegwesi itu kalah.

Arjunawibawa yang semula dipihak Wirata sekarang akan menyerang Prabu Matswapati. Pada waktu Prabu Yudistira, Kresna, Bima, Nakula dan Sadewa menjadi tamu Kerajaan Wirata, tiba-tiba Arjunawibawa menyerang Kerajaan Wirata, tetapi Kresna bertindak cepat serta memerintahkan Bima untuk membuka secara paksa pakaian Arjunawibawa dari Sriwedari itu, maka berubah wujud Arjuna. Raja Wirata dan Pandawa gembira sedangkan para Kurawa dapat diusir Bima. 

Source Wayangku Wayang Indonesia

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.