wayangku.id

Lakon Pewayangan : Dua Sahabat (Sucitra Drupada)

0 5

Terserah, aku tidak peduli!

“Baiklah Sang Prabu! aku ingin menunjukkan kepada orang-orang yang menjadi saksi di pendapa ini, bahwa Durna tidak ingin menguasai dan merusak Negara Cempalaradya yang telah kau bangun dengan kebaikan. Seperti halnya Padepokan Sokalima yang telah aku bangun dengan susah payah. Walaupu semula bumi Sokalima termasuk wilayah Cempalaradya, ketika masih berupa hutan sudah aku beli dengan mahal, dengan darah dan dengan sebagian besar dari semangat hidupku. Oleh karenanya bumi Sokalima sekarang menjadi kekuasaanku, engkau tidak boleh menguasainya.”

Durna mendekati Durpada, kedua pasang mata dua orang sahabat itu beradu pandang. Di bola mata sahabatnya, mereka dapat saling melihat kehidupan masa lalu, waktu masih remaja di Hargajembangan. Di bawah asuhan Prabu Baratwaja Sucitra dan Kumbayana disatukan menjadi saudara. Namun sayang gambaran masa remaja yang indah tersebut tidak berlangsung lama, karena bola mata mereka keburu basah oleh air mata sehingga pandangan mereka menjadi kabur.

Sucitra!

“Kakang Kumbayana!” Keduanya berangkulan sangat erat. Ketegangan yang memenuhi tempat itu berubah menjadi keharuan. Para Cantrik dan para murid Sokalima mendapat pelajaran yang sangat berharga, bahwa seorang Raja Agung dan seorang Maha Guru adalah tetap merupakan manusia yang lemah, tak berdaya, setiap waktu dapat jatuh karena sebuah kesalahan. Salah memahami misteri kehidupan yang menjadi kehendakNya.

Source kaskus.co.id/ kaskus.co.id/thread/000000000000000008509235/lakon-kumpulan-cerita-wayang/2

Leave A Reply

Your email address will not be published.