wayangku.id

Lakon Pewayangan : Hari Menjelang Pecah Perang

0 4

Negara Wirata, dimana Negara ini menjadi tempat berkumpulnya Pendawa selama masa penyamaran dan sebelum pecah perang besar itu. Disana para Pandawa ditunjang kekuatan dari Prabu Matswapati dalam rencananya mengambil kembali haknya atas Negara Astina beserta seluruh jajahannya. Termasuk Negara yang dibangun atas keringat dan darah Para Pandawa sendiri, Amarta. Sang baginda Matswapati menerima kembali dengan suka cita para Pandawa yang sudah berhasil memboyong Prabu Kresna sebagai syarat atas kemenangan dalam perang besar nanti, bila usaha dalam mengirim duta ibu Pandawa, Kunti dan Prabu Drupada tidak ada hasil.

Memang demikian, ketika sudah diketahui hasil awal duta yang dikirim, Prabu Matswapati menasihati Yudistira agar segera mengambil tindakan perang terhadap para Kurawa. Prabu Puntadewa yang berhati halus mengusulkan kepada Prabu Matswapati:

Baginda, perang nanti merupakan perang antar saudara sendiri, kalau mungkin, kami para Pendawa rela bila kami diberi separohnya saja, maka perang tidak harus terjadi

“Kakaku sulung, bila separopun tidak diberi, Negara Astina harus diberikan seutuhnya dengan cara berperang” Werkudara menyahut sigap. Sebenarnyalah Sri Kresna sudah tidak ada syak lagi.

Eyang Matswapati, sekaranglah saatnya untuk hamba melaksanakan tugas duta yang terakhir kalinya. Bila nanti memang semua tidak dapat dilakukan dengan cara perundingan, maka satu-satunya jalan adalah mengambil hak adik adikku dengan cara perang

Source kaskus.co.id kaskus.co.id/thread/000000000000000008509235/lakon-kumpulan-cerita-wayang/3

Leave A Reply

Your email address will not be published.