Arti Motif Wayang : Ayam Jago dalam Kayon Gapuran Jogja

0 362

Sudah dari zaman pra Hindu dan Budha, ayam jago punya peran jadi simbol kekuasaan di berbagai daerah tak cuma di Jawa teman. Berkembang sampai zaman kerajaan dan tak jarang muncul di dongeng seperti cerita Cindelaras. Ya teman, ayam jago sering di pakai untuk beragam ritual sejak kepercayaan animisme – dinamisme ribuan tahun dahulu. Kemudian oleh para penyebar agama Islam, tak main larang – larangan, malah diberi filosofi agar jadi bagian ibadah.

Seperti ingkung yang bentuknya dimirip – miripkan orang bersimpuh simbol berdoa. Sapa suka ingkung? Haha. Aja dadi jago katè sek mung wani ing ngomahe. Menurut Van Der Hoop di Eropa ayam jantan mempunyai makna yang di hubungkan dengan matahari, karena pada waktu matahari terbit ayam jantan selalu berkokok. Sedangkan menurut Seno Sastroamidjojo ayam jantan adalah lambang kewaspadaan. Dari dua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa ayam jantan adalah simbol waktu dan kewaspadaan.

Waktu bagi orang Jawa dihubungkan dengan saat berakhirnya hidup. Sebagai orang waskita yaitu selalu waspada atau berhati – hati dalam segala tindakan dan ucapan tujuannya untuk meminimalis kemungkinan – kemungkinan yang tidak diinginkan dan tentunya untuk lebih mendekatkan diri dengan Sumber Hidup yaitu Tuhan, karena untuk lebih dekat dengan Tuhan seorang manusia harus tahu diri dalam perilaku dan kedudukannya bahwa manusia mikrokosmos.

Source My Wayang Warisan Punakawan
Comments
Loading...