Arti Motif Wayang : Gelung Capit Urang (Supit Urang)

0 527

Gelung Capit Urang, atau Gelung Supit Urang, seperti gelung Arjuna dalam Wayang Purwa, baik Wayang Kulit Purwa, maupun Wayang Orang, sampai ke ubun-ubun. Pada Wayang Kulit Bali, Wayang Keling, dan Wayang Kulit Purwa gaya Cirebon, gelung Arjuna misalnya, menggantung, tidak sampai menyentuh ubun-ubun. Untuk tokoh-tokoh wayang yang memakai gelung capit urang, misalnya Arjuna, Samba, ujung gelungnya tidak sampai menyentuh ubun-ubun, jadi bentuk Wayang Kulit Cirebon ini agak mirip dengan Wayang Kulit Bali, tetapi ukuran badannya lebih langsing.

Bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Cirebon, yang pada dasarnya merupakan campuran antara bahasa Jawa dan Sunda. Namun, sejak sekitar dekade 1980-an, mulai banyak dalang Wayang Kulit Cirebon yang mencampurkan bahasa Indonesia dengan logat Cirebon dalam dialog-dialog antara peraga wayang. Cerita dan lakon yang dipergelarkan pada Wayang Kulit Purwa gaya Cirebon ini, sebagian agak jauh berbeda dengan Wayang Kulit Purwa gaya Surakarta atau Yogyakarta.

Dalam lakon Babad Alas Amer (Pada Wayang Kulit Purwa gaya Surakarta atau Yogyakarta lakon ini disebut Babad Alas Wanamarta), misalnya muncul tokoh yang bernama Bambang Bandawasa, Dewi Rara Jonggrang,dsb. Tokoh-tokoh Panakawan pada Wayang Kulit Purwa gaya Cirebon ini juga memiliki beberapa perbedaan dengan Wayang Kulit purwa di daerah Solo atau Yogyakarta. Sebutan terhadap tokoh-tokoh wayang juga agak berbeda, Guruh.

Source wayangindonesia.web.id wayangindonesia.web.id/capit-urang-gelung.wayang
Comments
Loading...