Arti Motif Wayang : Irung Ambangir Simbol Ketenangan

0 393

Para pencinta wayang purwa (yang bersumber dari cerita Mahabarata dan Ramayana) biasanya bisa dengan mudah mengetahui perbedaan tokoh-tokoh wayang antara satu dan arti. Perbedaan itu bisa dilihat dari ukuran atau besar kecilnya fisik wayang, jenis kelamin, bentuk anggota tubuh (rambut, mata, hidung, mulut, tangan, kaki dll), pakaian dan aksesoris yang dikenakannya. Ada yang sepintas mirip namun berbeda, misalnya antara Prabu Kresna dan Batara Wisnu.

Perbedaannya yang menonjol terletak pada aksesorisnya, Kresna memakai ‘mekutha’, sedangkan Batara Wisnu memakai ‘kethu oncit’ dan ‘sampir’ pada bahunya. Dua tokoh wayang yang benar-benar sulit dibedakan adalah antara Nakula dan Sadewa. Kesulitan mengenali kembar itu karena ‘faktor pembeda’ hidung wayang kulit Purwa, seperti hidung Ambangir simbol ketenangan. Komposisi garis yang terdiri dari gabungan garis diagonal dan garis lengkung busur.

Bentuk hidung Ambangir dalam arti jawa yaitu mancung. Melambangkan kesucian. Tokoh, Drupadi, Srikandi, Sumbodro. Bentuk hidung melukiskan watak dari tiap tokoh. Berhidung panjang dengan ambang batas. Garis sisi kiri dan kanannya terlihat jelas. Bentuk Hidung. Hidung ambangir : menggambarkan hidung yang mancung, runcing pada bagian ujungnya. Biasanya merupakan ciri kelompok wayang putri, bambangan dan jangkahan. Jenis hidung ini dipadukan dengan mata gabahan. Jarak antara mata dengan ujung hidung biasanya lebih pendek, sehingga kesan mata sipit lebih kentara.

Source My Wayang Kompasiana
Comments
Loading...