Arti Motif Wayang : Jenis Kayon (Gunungan) Blumbangan

0 1.454
Kayon blumbangan muncul pada jaman Demak, diciptakan oleh Sunan Kalijaga dengan dua sisi visual yang berbeda. Pada sisi depan disungging dengan kolam beserta ikannya yang diapit dua sayap dan keindahan hutan yang disimbolkan dengan satu pohon atau pohon hayat beserta binatangnya sebagai latar dari motif utama tersebut. Sedangkan sisi belakang atau punggung disungging dengan gupala yang ditempatkan persis ditengah – tengah dari bidang kayon dengan ukuran yang besar dan pada latarnya terdapat api yang menyala – nyala.
Sunggingan api menyala inilah yang menjadi penanda tahun atau sengkalan yaitu Geni Dadi Sucining Jagad yang mempunyai arti, bahwa geni atau api berwatak 3, dadi berasal dari kata wahudadi berwatak 4, suci atau samudra atau air berwatak 4 dan jagad atau bumi berwatak 1. Cara membacanya di balik dari belakang yaitu 1443 Caka atau 1531 M. Selain sebagai sengakalan, sunggingan api yang menyala – nyala pada punggung blumbangan juga diartikan sebagai neraka, sebagai akibat kepada manusia dari tingkah lakunya yang buruk ketika hidup.
Ciri kayon blumbangan :
1. Bentuknya gemuk
2. Lebih pendek dari kayon gapuran
3. Bagian bawah berlukiskan kolam airnya besar dengan air yang jernih.
4. Ditengah ada gambar sepasang ikan berhadap – hadapan ditengah kolam.
5. Bagian belakang berlukiskan api berkobar merah membara biasanya juga ada lukisan kepala makara untuk lebih jelasnya.
6. Biasanya tak ada atap.
Source My Wayang Seni - Budaya Indonesia
Comments
Loading...