Arti Motif Wayang : Jenis Kayon (Gunungan) Gapuran

0 852
Dinamakan gunungan karena bentuknya mirip sepucuk gunung yang mencuat tinggi keatas. Adapun kita melihat gunungan yaitu pada saat pakeliran belum dimulai, gunungan ditancapkan tegak lurus di tengah kelir pada batang pisang bagian atas. Tetapi jika pakeliran telah dimulai maka gunungan ditancapkan pada simpingan bagian kanan dan kiri. Gunungan terdapat pada setiap pagelaran wayang, misalnya: wayang purwa, wayang gedog, wayang krucil, wayang golek, wayang suluh dan lain – lain.
Tetapi gambar gunungan kalau kita lihat juga banyak dijadikan simbol (lambang). Jika kita membedakan jenis kayon atau gunungan itu ada dua macam yaitu :
1. Kayon Gapuran
2. Kayon Blumbangan

Kayon atau Gunungan Gapuran diciptakan oleh Paku Buwana II pada jaman Kartasura yang diperingati dengan sengkalan gapura Lima Retuning Bumi atau pintu gerbang malapetaka bumi, yang mempunyai arti, bahwa bumi (1), retuning (6), lima (5) dan gapura (9). Cara membacanya di balik dari belakang yaitu 1659 Caka atau 1737 M. Pada awalnya gapuran diciptakan untuk wayang klithik bukan wayang purwa, tetapi kemudian dipinjam oleh wayang purwa untuk suatu pertunjukan dan sampai sekarang tidak dikembalikan lagi.

Adapun ciri – ciri kayon gapuran adalah sebagai berikut :
1. Bentuknya ramping
2. Lebih tinggi dari kayon blumbangan.
3. Bagian bawah berlukiskan gapura.
4. Samping kanan dan kiri dijaga dua raksasa kembar yaitu Cingkarabala dan balaupata.
5. Bagian belakang berlukiskan api merah membara.
Source My Wayang Seni - Budaya Indonesia
Comments
Loading...