Arti Motif Wayang : Kera (Lutung) dalam Kayon Gapuran Jogja

0 328

Kera (Lutung) dalam kayon menjadi simbol kecekatan dalam segala perbuatan. Yang pernah ke Bali mungkin sempat singgah ke hutan monyet di Uhud. Banyak sekali kera liar nan gesit yang menyambut kita. Masyarakat Bali penganut Hindu menghormati kera karena memegang prinsip Tri Hita Karana (tiga penyebab terciptanya kebahagiaan), keharmonisan dengan Tuhan, alam dan sesama manusia. Di cerita Ramayana, pasukan kera memiliki peran penting yaitu membantu Sri Rama waktu Rahwana menculik Shinta.

Jangan lupakan juga Anoman, dewa sekaligus raja kera yang membuat geger dengan bakar-bakaran waktu adegan Anoman Obong. Membahas raja kera jadi ingat Sun Go Kong, raja kera di kisah Journey to the West yang sakti luar biasa. Kera di Jepang yaitu kepercayaan Shinto-Budha juga terkenal. Ada ajaran tentang Sanbiki no Saru (Tiga Keja Bijak) yang mengajarkan agar tidak berbicara, melihat dan mendengarkan yang jahat-jahat (jangan berbuat jahat).

Kera adalah hewan yang di anugerahi kecerdasan diatas binatang lainnya. Dapat diambil kesimpulan bahwa manusia dalam menjalani hidupnya di dunia hendaknya lebih bersikap arif dan bijak dengan memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi dan tidak hanya menuruti hawa nafsunya saja, ini hanya dapat dilakukan dengan pikiran yang jernih.

Yen kembang kembange lamtara, dudu kembang wora – wari
Mumpung masih muda, sebaiknya berhati – hati

Source My Wayang Warisan Punakawan
Comments
Loading...