Arti Motif Wayang : Raksasa Penjaga dalam Kayon Gapuran Jogja

0 342

Pernah melihat dua patung raksasa berhadapan di candi, kantor pemerintah atau rumah tertentu? Namanya Dwarapala atau Gupala teman. Fungsi mirip di kayon atau gunungan gapuran atau lanang atau laki – laki Jogja, sebagai penjaga gapura atau pendopo di belakangnya. Jika ingin masuk pintu, wajib melewati mereka dulu. Ada juga yang berkata jika raksasa penjaga ini, menjadi pengawas perbuatan manusia. Yang mau masuk pintu harus bersih dan suci, raksasa ini simbol penghilang nafsu buruk dan kejahatan.

Cingkaralaba dan Balaupata. Cingkaralaba dan Balaupata adalah hias atau motif yang terdapat pada kayon atau gunungan gapuran atau lanang atau laki – laki yang letaknya di bagian paling bawah dari ragam hias kayon atau gunungan gapuran atau lanang atau laki – laki di samping kiri dan kanan dengan wajah menghadap ke arah gapura, mempunyai makna bahwa konsentrasi hanya ditujukan pada gapura agar sesuatu yang tidak di inginkan masuk meskipun sangat kecil.

Secara pemaknaan Cingkaralaba dan Balaupata adalah simbol dari pembunuh hawa nafsu, karena hawa nafsu disini diartikan sebagai sesuatu yang buruk atau jahat yang dapat menghalangi jiwa atau manusia yang ingin bersatu dengan Tuhannya. Dua raksasa penjaga pintu; raksasa yang membawa pedang terhunus (gada).

“Becik ketitik ala ketara”
“Yang baik akan kelihatan dan yang buruk akan tampak”

Source My Wayang Warisan Punakawan
Comments
Loading...