Arti Motif Wayang : Serban (Ketu), Mahkota Sederhana

0 315

Busana yang dikenakan oleh berbagai tokoh wayang memiliki ragam nama dan bagian yang berbeda-beda dari tiap-tiap tokoh yang menunjukkan tingkat kehidupan sosial dan karakter yang dimiliki oleh masing-masing tokoh wayang, dan dari masing-masing bagian busana tersebut memiliki jenis yang beragam pula, yaitu : Busana Bagian Atas hingga Pinggang. Busana bagian atas ini meliputi tutup kepala, sanggul, jamang, sumping, kalung, kelat bahu, sabuk.

Irah-irahan wayang dalam dunia pewayangan adalah sebutan bagi penutup kepala. bentuk-bentuk sanggul dan bentuk rambut. Istilah irah-irahan Wayang bukan hanya digunakan dalam seni Kriya Wayang Kulit Purwa, Wayang golek Purwa, Wayang Madya, Wayang Wa-sana juga pada perlengkapan pakaian wayang Orang. Kata irah-irahan  berasal dari bahasa Jawa, kata ‘sirah’ artinya adalah kepala. Bentuk irah-irahan wayang akan menentukan golongan mana tokoh wayang itu termasuk. Irah-irahan wayang golongan raja, berbeda dengan kerabatnya dan juga  punggawanya.

Serban (Ketu), juga semacam mahkota dalam bentuk yang lebih sederhana. Pemakai irah-irahan wayang  berbentuk ketu diantaranya adalah Batara Narada, batara Yamadipati, Resi Drona dan Citraksi. selain bentuk ketu yang biasa, dalam pewayangan juga dikenal adanya ketu yang khas yang disebut ketu Udeng. Pemakai ketu udeng diantaranya adalah Patih Sengkuni, Patih Pragota, Aswatama, kapi Jembawan dan Patih Udawa. Ada lagi yang disebut ketu depak yang bentuknya bulat lonjong.

Source bukudigitalsekolah.com bsd.pendidikan.id/data/SMK_10/Pedalangan_Jilid_1_Kelas_10_Supriyono_dkk_2008.pdf
Comments
Loading...