Arti Motif Wayang : Simbar (Bulu) Dada, Ricikan Pria

0 223

Ricikan adalah asesoris busana dan perlengkapan pentas peraga wayang orang. Fungsi ricikan adalah pendukung artistik untuk menguatkan karakter dan memperindah penampilan seorang tokoh. Selain itu fungsi ricikan adalah penanda identitas untuk membedakan tokoh yang satu dengan yang lain. Karena setiap tokoh mempunyai kelengkapan ricikan yang berbeda dengan tokoh lainnya. Yang termasuk ricikan di dalam tata busana wayang orang: Sumping, gumbala, wok, kelat bahu, gelang, kalung robyong, kalung penanggalan, kalur ulur, gimbalan, praba, uncal, badhong, binggel, dan masih banyak lagi.

Bentuk-bentuk dan variasi ricikan disesuaikan dengan karakter tokoh yang memakainya. Sekar Budaya Nusantara mempunyai pakem ricikan yang khas, yang berbeda dengan wayang orang lainnya, yaitu penggunaan prada mas tanpa sunggingan (cat) yang berwarna-warni dengan meminimalisasi penggunaan batu, payet, dan pernik-pernik yang berkilauan berlebihan. Dengan pencahayaan yang bagus, sinar dan aura dari tokoh yang mengenakan ricikan gaya SBN akan kelihatan kesan klasik, mrabu (berwibawa/kharismatik).

Dengan dukungan artistik ricikan dan tata rias yang tepat, karakter tokoh akan muncul lebih kuat dan elegan. Simbar dada (bulu dada) adalah peraga wayang orang pria yang ada langsung dilukiskan di dada tokoh, tetapi ada juga yang diwujudkan dengan kain beludru hitam atau wool hitam yang berbulu. Asesoris ini dikenakan oleh tokoh gagahan, seperti: Duryudana, Setyaki, Bima, dll.

Source sekarbudayanusantara.co.id sekarbudayanusantara.co.id/Wynk/?p=1073
Comments
Loading...