Arti Motif Wayang : Sorban (Kopyah) Mekena Tanpa Jamang

0 225

Busana yang dikenakan oleh berbagai tokoh wayang memiliki ragam nama dan bagian yang berbeda-beda dari tiap-tiap tokoh yang menunjukkan tingkat kehidupan sosial dan karakter yang dimiliki oleh masing-masing tokoh wayang, dan dari masing-masing bagian busana tersebut memiliki jenis yang beragam pula, yaitu : Busana Bagian Atas hingga Pinggang. Busana bagian atas ini meliputi tutup kepala, sanggul, jamang, sumping, kalung, kelat bahu, sabuk.

Irah-irahan wayang dalam dunia pewayangan adalah sebutan bagi penutup kepala. bentuk-bentuk sanggul dan bentuk rambut. Istilah irah-irahan Wayang bukan hanya  digunakan dalam seni Kriya Wayang Kulit Purwa, Wayang golek Purwa, Wayang Madya, Wayang Wa-sana juga pada perlengkapan pakaian wayang Orang.Kata irah-irahan  berasal dari bahasa Jawa, kata ‘sirah’ artinya adalah kepala. Bentuk irah-irahan wayang akan menentukan golongan mana tokoh wayang itu termasuk.

Irah-irahan wayang golongan raja, berbeda dengan kerabatnya dan juga dengan para punggawanya. Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta dan juga wayang Orang, jenis irah-irahan wayang adalah sebagai berikut :

Sorban (Kopyah) Mekena Tanpa Jamang – merupakan bentuk stilir dari sorban, sehingga bentuknya menjadi seperti rumah keong. Itulah sebabnya, sorban mekena yang bentuknya benar – benar seperti keong juga disebut keong keyongan. Pemakai sorban mekena, diantaranya adalah Batara Kala, Batara Surya, Begawan Abiyasa dan Resi Bisma.

Source bukusekolahdigital.com bsd.pendidikan.id/data/SMK_10/Pedalangan_Jilid_1_Kelas_10_Supriyono_dkk_2008.pdf
Comments
Loading...