Catur Wayang : Janturan, Gambaran Oleh Dalang

0 234

Menurut Umar Khayam janturan adalah gambaran yang diberikan dalang mengenai keadaan kerajaan, kahyangan, pertapaan, hutan, pribadi tokoh, dan perabotan yang diucapkan dengan iringan gamelan dalam keadaan sirep. Sedangkan menurut Bambang Murtiyoso janturan adalah wacana dalang yang berupa deskripsi suasana suatu adegan yang sedang berlangsung, dengan ilustrasi gendhing sirepan. Janturan adalah deskripsi tentang suasana adegan dan deskripsi karakter tokoh wayang oleh dalang pada waktu pertunjukan wayang dengan medium bahasa dalam bentuk prosa.

Deskripsi ini disertai dengan iringan musik dalam keadaan sirep. Pada waktu dalang mengucapkan janturan instrumen yang dibunyikan adalah rebab, gender, kendang, gong, kenong, kethuk, kempyang dan slenthem. Tradisi pedalangan Surakarta menempatkan janturan dalam tiap-tiap adegan sebuah lakon wayang. Fungsi janturan dalam pertunjukan wayang adalah membuat suasana pertunjukan menjadi menarik, atau menimbulkan suasana tertentu yang diinginkan. Selain itu janturan juga berfungsi mendeskripsikan sesuatu yang belum terungkap melalui sarana dramatik, serta memperjelas pelukisan tokoh, peristiwa dan tempat tertentu.

Struktur isi janturan jejer menurut Kuwato adalah sebagai berikut :
(1) Pembukaan (Jw. pambuka).
(2) Lukisan tentang negara, termasuk nama negara, dasanama negara, makna nama negara, keadaan negara meliputi letak geografis, sosial, politik dan ekonomi.
(3) Diskripsi tentang raja meliputi nama dan makna nama serta keluhuran budi raja.
(4) Diskripsi tentang bagian pasewakan.
(5) Pelukisan tentang situasi batin raja

Source bsd.pendidikan.id bsd.pendidikan.id/data/2013/kelas_10smk/Kelas_10_SMK_Pengetahuan_Pedalangan_2.pdf
Comments
Loading...