Dalang Wayang : Antara Dorongan Diri & Lingkungan Belajar

0 199

Dalam dunia wayang kulit, wanita ada di dalam budaya laki-laki ketika mereka memainkan peran sebagai dalang karena beberapa alasan: pertama, wanita digambarkan sebagai pelengkap di dalam cerita, kedua, pencapaian mereka diukur dari aturan dan peran laki laki. Untuk menjadi dalang yang hebat wanita harus memenuhi persyaratan yang sama dengan laki-laki. Mengenai keadaan ini, Nyi Wiwik Sabdo Laras mengakui bahwa dalang wanita seperti mentimun yang jelek yang dianggap hanya sebagai pelengkap.

Sehingga, wanita harus tampil pada siang hari, sementara malam hari dimainkan oleh laki-laki karena dianggap lebih bergengsi, sakral, dan lebih menantang dibandingkan waktu lainnya. kemampuan wanita diasumsi- kan tidak akan bisa sesempurna laki-laki. Untuk alasan ini wanita diberi julukan dalang ngisor pring yang berarti dalang wanita dianggap sebagai subordinat dari laki laki. Akan tetapi, Nyi Wiwik berpendapat ketidaksetaraan ini haruslah berakhir.

Source media.neliti.com media.neliti.com/media/publications/257130-menjadi-dalang-perempuan-dalam-wayang-ku-c9b53e4c.pdf
Comments
Loading...