Dalang Wayang : Bagas Nur Satwika, Dalang Cilik

0 175

Bagas Nur Satwika, dari Kabupaten Bantul, dipilih sebagai dalang cilik terbaik Daerah Istimewa Yogyakarta 2017, dan berhak mewakili DIY pada tingkat nasional, 21−23 September 2017, di Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. Mengusung lakon Rama Tambak, pada lomba dalang cilik Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu, 23 Agustus 2017, di Dinas Kebudayaan DIY, Bagas memperoleh nilai 5.895, mengungguli Muhammad Zaki Kaditama, dari Kabupaten Sleman (5.700); Arifatur Iksan Bayu Pradigtya, dari Kabupaten Gunungkidul (5.440); Ebenheser Wahyu Armanto, dari Kota Yogyakarta (5.195); dan Hilmy Maulana Adi, dari Kabupaten Kulon Progo, yang mendapat nilai 4.875.

Mereka dinilai dewan juri, yang terdiri dari Udreka, S.Sn., M.Sn., dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta (ketua/anggota); R. Yuwono, S.Kar. (sekretaris/anggota); dan tiga anggota, Dr. Trisno Santoso (ISI Surakarta); Dr. Sumaryono (ISI Yogyakarta); dan Indra Tranggono, budayawan Daerah Istimewa Yogyakarta, dari kecakapan membawakan cerita wayang selama 45 menit. Penilaian ini meliputi sabet (komposisi gerak, ketrampilan gerak, dan pemilihan wayang berdasarkan penokohan (wanda); catur (antawacana, janturan, bahasa/sastra, dan greget saut); sanggit (penggarapan adegan, kemasan cerita, dan tafsir); gendhing (dhodhogan/ keprakan, sulukan, dan sekar); serta penyajian (etika, kewibawaan, busana, dan keselarasan).

Terkait dengan penampilan para peserta, Dr. Trisno Santoso, salah satu anggota dewan juri, yang sudah empat kali menjadi juri nasional, mengungkap bahwa pada tingkat nasional, tidak dipikirkan gaya, entah NTB (Nusa Tenggara Barat)

Source tasteofjogja.org tasteofjogja.org/isiberita.vlkkCDCUrJVPFnXoj1u9j3nvGsG1RDC_dPb3bdk1QJDt6K2Q25NaB7kLqHVvBLOPK8Xg-sd2rmqeO_6NDWA5eQ
Comments
Loading...