Dalang Wayang : Dalang Ardi Purbo Antono, S.Pd

0 139

Perang bisa menjadi pilihan untuk menjaga kedamaian. Karena perang menjadi satu-satunya jalan untuk menumbangkan keangkaramurkaan. Itulah pesan yang diangkat dalam pertunjukan wayang dengan lakon Sang Duta Pamungkas yang dibawakan oleh dalang Ki Ardi Purbo Antono di Balai Kota Among Tani Sabtu malam. Dalam pertunjukan itu, Ki Ardi menceritakan lakon Kresna yang menjadi duta pamungkas. Kresna diceritakan sebagai simbol dari Wisnu yang akan menjaga kedamaian dan keharmonisan di dunia.

Jika dengan cara yang baik kedamaian tidak berjalan normal, maka peperangan harus ditempuh untuk menjaga kelestarian dunia. Peperangan Pandawa yang menjadi sebagai simbol keadilan, kebaikan, dan kebenaran harus memenangkan peperangan melawan Kurawa, simbol angkara murka, kejelekan, dan semua bentuk kejahatan. Pertunjukan itu juga berlangsung kocak. Sejumlah penonton dibuat tertawa terpingkal-pingkal dengan alur cerita yang disuguhkan. Misalnya, saat Ki Ardi mengisahkan salah satu tokoh yang sedang menyuruh seorang kusir.

He, Satyaki, kowe saiki ojok dadi kusir, tapi dadio kernet ae saiki. Malang-Batu, Malang-Batu
(Hei, Sayaki, kamu sekarang jangan jadi kusir, tapi sekarang kamu jadi kernet saja. Malang-Batu, Malang-Batu)

ujar Ki Ardi disambut tawa penonton. Pertunjukan wayang itu disajikan setelah sebelumnya Ketua Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Dewanti Rumpoko menyerahkan gunungan kepada dalang Ki Ardi Purbo Antono. Pertunjukan wayang itu juga memberikan hiburan menarik.

Source radarmalang.id radarmalang.id/dalang-ardi-kocok-perut-penonton
Comments
Loading...