Dalang Wayang : Dalang Perempuan Masyarakat Skeptis

0 218

Dalang adalah tokoh sentral dalam pertunjukan wayang, karena ia harus bertanggungjawab atas keseluruhan pertunjukan. Ia harus memimpin musik, sebagai sutradara, sebagai penyaji, sebagai juru penerang, juru pendidik, penghibur, pemimpin artistik, dan sebagainya. Berhasil-tidaknya suatu pertunjukan wayang kulit, sangat ditentukan oleh kemampuan sang dalang. Dengan demikian seorang dalang dituntut tidak hanya menguasai teknis pedalangan, tetapi juga harus memahami bidang lain seperti masalah kerohanian, falsafah hidup, kesusastraan dan sebagainya.

Mengingat beratnya tugas seorang seniman dalang, hingga sekarang profesi ini cenderung didominasi oleh kaum laki-laki. Hal ini menimbulkan asumsi bahwa profesi dalang hanya bisa dilakukan oleh kaum laki-laki. Pendapat umum ini jelas tidak sepenuhnya benar. Kenyataan menunjukkan bahwa di tengah dominasi kaum pria, pada setiap generasi muncul perempuan-perempuan dalang, meski dari segi kuantitas cenderung minoritas. Sampai sekarang, generasi dalang perempuan masih tetap ada dan bermunculan di berbagai daerah.

Ini membuktikan bahwa dalang perempuan tidak pernah punah dan selalu terjaga regenerasinya. Secara kuantitas, minimnya jumlah perempuan dalang disebabkan karena beratnya persyaratan menjadi dalang. Dalang harus menguasai hal-hal yang berhubungan dengan pakeliran seperti sabet, catur, iringan berikut gendhing karawitan, lakon dan sebagainya. Di samping mahir memainkan wayang, pandai bertutur bahasa, mengenal titi larasan gendhing, dalang juga dituntut menguasai secara faktual bidang lain, seperti pendidikan, kesehatan.

Source langitperempuan.net langitperempuan.net/dalang-perempuan-eksis-meski-di-tengah-masyarakat-skeptis
Comments
Loading...