Dalang Wayang : Dalang & Wayang Shinta Bohong

0 85

Panggung sudah hancur lebur, jagad berubah gulita, setelah hantaman sinar yang bergulung-gulung susul menyusul jatuh dari langit. Entah siapa bedebah yang mengirimnya. Kalau kelakuan dalang darno tidak mungkin, darimana dia mendapat ajian sehebat itu, paling mentok terakhir dia mengirim santet yang lagi-lagi selalu salah alamat kena ke ayam-ayamku. Ajian atau sinar yang keluar dari senjata apa ini aku sampai terpental bermil-mil jauhnya, aku sendiri tidak tahu dimana sekarang.

Dalam gelap aku terkurung sendiri, aku mencoba mengumpulkan kayu-kayu yang berserakan didepanku, aku jadikan api unggun, tak cukup besar tapi cukup memperlihatkan pohon beringin yang sangat besar dan sangat rindang. Aku hanya terduduk dan perlahan masuk jauh ke dalam lamunanku, dimana aku? Tanyaku dalam hati. Lamunanku sampai pada sosokmu, sosok yang tak pernah bisa kumaafkan, meski gelora api telah memaafkanmu tapi tidak bagiku.

Shinta, hanya lelaki bodoh seperti rama yang bias kau tipu dengan rengekanmu. Bahkan, titisan wisnu sekalipun tak berdaya saat menghadapi ilmu kemanjaanmu. Kau tak diculik rahwana…? Kau tak diculik…? Kau pergi, meninggalkan rama? Kau menipu rama? Tidak aku memang diculik…? Suara perempuan yang amat aku kenali sekali, shinta, menghenyakan lamunanku.

Source Kompas kompasiana.com/siswoyo/5519c012a33311ac1bb65924/dalang-dan-wayangnya-shinta-bohong-bag-1
Comments
Loading...