Dalang Wayang : Eko Prihatin, Hidupnya dengan Wayang

0 160

Eko Prihatin, lahir pada tahun 1950, menunjukkan inisiatifnya dengan membuat keputusan untuk menghabiskan seluruh hidupnya dengan memainkan wayang kulit hingga tubuhnya tidak dapat bergerak lagi seperti yang dia inginkan. Mengawali karirnya di tahun 1998, Eko memulai dengan menjadi seorang pesinden di tempat gurunya, Gunawan, orang yang mengajarkannya wayang. Tahun 1974, dia memulai profesi nya sebagai dalang wanita, dan sejak saat itu dia mulai diundang untuk tampil di beberapa kabupaten di Jawa Timur, seperti Tuban, Trenggalek, Ponorogo.

Sama halnya dengan Wulan Panjang Mas yang merupakan satu-satunya anggota keluarga yang menekuni jejak ayahnya menjadi seorang Dalang, sebuah profesi yang dianggap unik dan special untuk dijalani seorang wanita bagi keluarganya. Dari sini dapat dikatakan bahwa kebanyakan dalang wanita memilih menjadi dalang karena tertarik dengan wayang dan membuat profesi ini menjadi pilihan dalam hidupnya. Salah satu contohnya ialah Sri Sulansih, yang memiliki ikatan yang kuat dengan wayang, terutama saat ia duduk diseberang kelir (sarung layar putih) dan mendengarkan suara gamelan.

Selama waktu itu ia sepenuhnya mengerti dan menemukan bahwa ini sesungguhnya yang ia ingin lakukan dalam hidupnya. Menjadi dalang membutuhkan motivasi yang tinggi dan waktu yang panjang untuk mahir dan terampil, serta membutuhkan banyak kemampuan untuk berkompetisi dalam budaya laki-laki. Maka dari itu, banyak dalang wanita.

Source media.neliti.com media.neliti.com/media/publications/257130-menjadi-dalang-perempuan-dalam-wayang-ku-c9b53e4c.pdf
Comments
Loading...