Dalang Wayang : Hak Ekonomi Dalang di Wayang

0 91

Dalang sebagai pelaku utama dari sebuah pertunjukan wayang kulit memiliki hak yang diatur dalam Undang-Undang Hak Cipta yaitu hak terkait. Hak terkait adalah hak yang berkaitan dengan Hak Cipta yang merupakan hak ekslusif bagi pelaku pertunjukan, producer fonofram, atau lembaga penyiaran (Pasal 1 ayat (4)).

Hak terkait memberikan hak kepada dalang untuk dapat melaksanakan sendiri, memberikan izin, atau melarang pihak lain untuk melakukan: (Pasal 23 ayat 2)
a. Penyiaran atau Komunikasi atas pertunjukan Pelaku Pertunjukan;
b. Fiksasi dari pertunjukannya yang berlum difiksasi;
c. Penggandaan atas Fiksasi pertunjukannya dengan cara atau bentuk apapun
d. Pendistribusian atas Fiksasi pertunjukan atau salinannya
e. Penyewaan atas fiksasi pertunjukan atau salinannya kepada publik; dan
f. Penyediaan atas Fiksasi pertunjukan yang dapat diakses publik

Untuk mendapatkan haknya tersebut tentu Dalang dapat memberikan kuasa kepada pihak lain untuk mengawasi pihak yang mempergunakan hak terkait yang dimilikinya dan meminta serta mengumpulkan royalti atas pengunaan hak terkait tersebut. Pihak yang dapat diberikan kuasa oleh Dalang untuk mendapatkan haknya tersebut adalah Lembaga Manajemen Kolektif Nasional. Lembaga Manajemen Kolektif Nasional merupakan Lembaga yang diamanatkan oleh Undang-undang Hak Cipta yang baru, yaitu Undang-undang No. 28 Tahun 2014 (selanjutnya disebut UUHC 2014). Undang-undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta disebutkan bahwa Lembaga Manajemen Kolektif adalah institusi yang berbentuk badan hukum nirlaba.

Source Research researchgate.net/publication/301740589_UPAYA_MENCEGAH_HILANGNYA_WAYANG_KULIT_SEBAGAI_EKSPRESI_BUDAYA_WARISAN_BUDAYA_BANGSA
Comments
Loading...