Dalang Wayang : Jalan Alm. Ki Suparman Cermo Wiyoto

0 179

Seperti kebanyakan keluarga trah Dalang, Suparman kecil dididik untuk melanjutkan cita-cita orang tuanya, sebagai penerus generasi dalang. Ki Bancak selalu mengajak Suparman kecil untuk mengikuti kemanapun dia pentas wayang. Kebiasaan itulah yang membuat jiwa seni telah merasuk ke dalam jiwa Suparman kecil. Menginjak masa remaja, Suparman memiliki hobby baru yaitu bermain sepak bola. Postur tubuh Suparman yang memiliki tinggi di atas rata-rata, menyebabkan dia dipercaya sebagai Kiper.

Dunia sepak bola begitu kuat mengantar Suparman muda untuk eksis sebagai Kiper andalan waktu itu. Kepiawaian Suparman sebagai Kiper, menghantarnya sebagai pemain yang laris di banyak grup sepak bola. Melihat gelagat tersebut, Ki Bancak mulai resah. Ki Bancak khawatir jika kelak Suparman menjadi “lupa” dengan dunia Seni Pedalangan. Pada suatu saat, Ki Bancak berbicara dari hati ke hati dengan Suparman. Ki Bancak meminta agar Suparman meninggalkan dunia sepak bola dan kembali aktif di dunia kesenian.

Setelah melalui perenungan, gayungpun bersambut. Suparman memantapkan pilihannya untuk kembali menekuni dunia wayang. Mulai saat itu, Suparman muda bersedia menjadi Dalang di siang hari, pada pementasan Ki Bancak. Pentas awal Ki Suparman adalah mendalang di siang hari, di daerah Gancahan, Godean, Sleman, Yogyakarta. Selain sebagai dalang, Suparman muda juga sangat intens untuk belajar ilmu Karawitan. Instrumen yang disukai.

Source facebook.com facebook.com/groups/107087286048/permalink/10155277622106049
Comments
Loading...