Dalang Wayang : Janturan Dalang Suharni Sabdowati

0 205

Dalam hal janturan seorang dalang wanita asal Sragen Suharni Sabdowati sering melakukan perubahan terhadap janturan baku utuk jejer, terutama ketika mendeskripsikan watak Duryudana (Pada penampilan janturannya mengikuti apa yang pernah ditampilkan oleh Nartosabdo, khususnya janturan baku untuk jejer pertama ia merubah pada bagian permulaan. Menurut tradisi diawali dengan kalimat Swuh ep data pitana yang artinya “sebenarnya dalam kehancuran akan diikuti dengan kedamaian”.

Oleh Suharni diubah menjadi Aum awigenam hastu, mugi rahayu sagung dumadi yang artinya “semoga selamat seluruh makhluk”. Bagian janturan baku lainnya yang sering dirubah adalah ketika mendeskripsikan tokoh Duryudana Raja Astina. Menurut tradisi penggambaran watak Duryudana adalah sebagai berikut :

 

… Sunguh besar pahala Raja Astina, suka memberi busana orang yang tidak berpakaian, memberi makan makanan orang yang kelaparan, suka memberi tongkat orang yang terpeleset, memberi topi orang yang terkena terik matahari, membuat senang orang yang menderita kesusahan . . .

Penggambaran Duryudana seperti itu oleh Suharni Sabdowati dirubah sebagai berikut :

… Raja yang berwatak sombong, merasa paling berkuasan, menghina sesama manusia, merasa paling terhormat yang dui dunia tidak ada bandingnya, mulaida ri tingkah laku hingga tutur kata, dalampergaulan selalu menyakiti orang lain, siapa saja yang mendekat dengan dirinya harus selalu menganggap dirinya baik, tidak mengherankan jika ia kurang tepat melakukan keadilan dan kebenaran …

Source indonesiawayang.com indonesiawayang.com/2010/05/10/suharni-sabdowati
Comments
Loading...