Dalang Wayang : Ki Manteb, Banyak Gaul & Diskusi

0 341

Ki Manteb banyak bergaul dan berdiskusi dengan para pemuka masyararakat ataupun tokoh-tokoh pemerintahan, sehingga tidak jarang Ki Manteb diminta membuat lakon yang ada hubungannya dengan masa itu. Misalnya pada masa Orde Baru masa pemerintahan Suharto, dengan dibuatnya lakon Banjaran Bima. Lakon ini ternyata menjadi momentum kesuksesan Ki Manteb. Keterbukaan yang dimiliki Ki Manteb dalam hal manajemen menambah keberhasilannya.

Terlebih lagi setelah ada peran dari salah seorang isteri Ki Manteb, kesuksesannya menjadi sangat berlebih. Namun demikian ini tidak membuatnya tinggi hati, Ki Manteb bahkan masih harus tetap belajar, membaca buku-buku sebagai referensi dan berdiskusi pada tokoh-tokoh agar bisa tetap menampilkan sabet dan sanggit lakon yang baik. Barangkali inilah salah satu kelebihan Ki Manteb, dengan kesukaannya belajar dan membaca beliau bisa menjadi seorang dalang yang mempunyai kelebihan di banding dengan dalang-dalang muda yang mendapatkan pelajaran pedalangan secara akademik.

Pada perkembangannya ke depan bisa dikatakan Ki Manteb bisa menjadi seorang empu. Karena beliau tidak hanya sekedar mendalang, tetapi bisa mencipta antara lain menciptakan gerak-gerak sabet yang baik, sanggit lakon, bahkan bisa membuat wayang sendiri sesuai yang dibutuhkan. Selain itu Ki Manteb juga sering berbagi pengalaman dengan para dalang muda di acara-acara pertemuan seperti sarasehan pedalangan, yang diselenggarakan oleh PEPADI (Persatuan Pedalangan Indonesia), SENAWANGI.

Source ia600206.us.archive.org ia600206.us.archive.org/1/items/KiMantebSoedharsonoLR/Ki%20Manteb%20Soedharsono_LR.pdf
Comments
Loading...