Dalang Wayang : Ki Manteb Soedharsono, Bersuluk

0 125

Kemampuan bersuluk Ki Manteb Soedharsono dapatkan dari ibu Ki Manteb Soedharsono, karena ibu Ki Manteb Soedharsono selain dalang wanita, juga mahir dalam berulah karawitan terutama menabuh ricikan gendèr. Adapun pemahaman Ki Manteb Soedharsono terhadap lakon-lakon wayang dan bahasa pedalangan (catur) Ki Manteb Soedharsono peroleh dari pengamatan Ki Manteb Soedharsono pada berbagai pementasan pedalangan ayah Ki Manteb Soedharsono.

Ayah Ki Manteb Soedharsono merupakan salah satu dalang yang kaya lakon pedalangan. Setiap ayah dan ibu melaksanakan pentas, Ki Manteb Soedharsono selalu mengikutinya; bahkan Ki Manteb Soedharsono sering tidur di antara gamelan yang sedang ditabuh. Oleh karena itu, Ki Manteb Soedharsono sejak berusia 5 tahun sudah dapat memainkan wayang serta menabuh beberapa ricikan gamelan, seperti demung, bonang, dan kendhang. Untuk berlatih sabet atau gerak wayang,

Ki Manteb Soedharsono gunakan wayang kardus/karton. Setelah Ki Manteb Soedharsono dipandang cukup umur, setiap ayah mendapat job pentas, Ki Manteb Soedharsono selalu disuruh berangkat mendahuluinya, mengiring gerobak pengangkut wayang dan gamelan.  Setibanya di tempat pentas, Ki Manteb Soedharsono disuruh menata panggung, gamelan, dan nyimping wayang, yaitu menata atau menjajar figur-figur wayang di kelir bagian kanan dan kiri. Bahkan bentakan amarah ayah Ki Manteb Soedharsono selalu Ki Manteb Soedharsono dapatkan jika ia sudah tiba di tempat pentas tetapi belum selesai.

Source docplayer.info docplayer.info/56814222-Ki-manteb-soedharsono-pemikiran-dan-karya-pedalangannya.html
Comments
Loading...