Dalang Wayang : Ki Manteb Soedharsono, Pentas

0 36

Untuk diketahui bahwa pada tahun 1992, Ki Manteb Soedharsono pernah melakukan pentas setiap malam selama enam bulan, dengan libur pentas hanya pada malam Selasa Legi (35 hari sekali). Sementara itu jarak dari tempat pentas satu ke tempat pentas yang lain relatif jauh, misalnya dari Jember ke Cilacap; jarak relatif jauh yang tidak mungkin dapat ditempuh dengan berpesawat terbang. Ketahanan tubuh Ki Manteb Soedharsono itu antara lain karena sejak kecil Ki Manteb Soedharsono telah ditempa oleh keadaan yang serba susah.

Teknik-teknik cepengan dan solah wayang juga Ki Manteb Soedharsono dapatkan dari Ki Ganda Bana (Dolopo, Madiun) dan Ki Darman Gandadarsana (Tambakboyo, Mantingan, Ngawi). Pada tahun 1970-an Ki Manteb Soedharsono sering mengikuti pentas pedalangan kedua dalang tersebut, baik sebagai penonton maupun sebagai pengendhang. Dari Ki Ganda Bana dan Ki Darman Gandadarsana Ki Manteb Soedharsono mendapatkan pengalaman dalam hal teknik gerak dan perang cakil.

Selain itu juga teknik perang tokoh wayang dengan bersenjata sejenis tombak atau candrasa. Pada tahun Ki Manteb Soedharsono nyantrik kepada Ki Nartasabda (Semarang). Ki Manteb Soedharsono sambil menyimping, menjadi pengeprak, atau menabuh ricikan gamelan tertentu pada saat Ki Nartasabda melaksanakan pentas mendalang, Ki Manteb Soedharsono banyak mendapatkan sanggit lakon dan garap gendhing Nartasabdan. Bahkan Ki Manteb Soedharsono sambil memijit Ki Nartasabda.

Source Doc docplayer.info/56814222-Ki-manteb-soedharsono-pemikiran-dan-karya-pedalangannya.html
Comments
Loading...