Dalang Wayang : Ki Manteb Soedharsono, Saltokan

0 5

Ki Manteb Soedharsono baru berani mensaltokan figur-figur wayang setelah ayah Ki Manteb Soedharsono meninggal. Ki Manteb Soedharsono pentas mendalang pertama kali pada usia 8 tahun (1956), mengawali pertunjukan ayah Ki Manteb Soedharsono (mucuki) di Jatimalang selama satu jam. Pada saat itu Ki Manteb Soedharsono menampilkan adegan Pertapan Saptaharga (Abimanyu menghadap kepada Begawan Abiyasa), dilanjutkan alas-alasan, prang kembang, dan diakhiri prang samberan Gatotkaca melawan para raksasa.

Pada usia 9 tahun (1957), Ki Manteb Soedharsono telah berani melakukan pentas mendalang satu lakon penuh pada siang hari di Jogorogo, Ngawi, dengan menyajikan lakon Jatipitutur. Sejak saat itu Ki Manteb Soedharsono kemudian sering melaksanakan pentas mendalang, baik pergelaran pada siang maupun malam hari. Oleh karena ayah sangat mengharapkan Ki Manteb Soedharsono kelak menjadi dalang profesional yang berhasil, maka Ki Manteb Soedharsono harus rela mengorbankan sekolah Ki Manteb Soedharsono di STM 1 Surakarta Jurusan Teknik Mesin.

Meskipun demikian, bekal-bekal pelajaran teknik yang Ki Manteb Soedharsono peroleh secara singkat di STM itu cukup membantu memberikan dasardasar pengetahuan terutama di bidang penalaran. Adapun teknik dan keterampilan menabuh gamelan Ki Manteb Soedharsono peroleh dari ibu Ki Manteb Soedharsono. Ibu Ki Manteb Soedharsono yang lembut dan sabar telah menurunkan pelajaran khusus tentang teknik menguasai irama gamelan, yang dimulai dari belajar memperhatikan dan menguasai ketukan.

Source docplayer.info docplayer.info/56814222-Ki-manteb-soedharsono-pemikiran-dan-karya-pedalangannya.html
Comments
Loading...