Dalang Wayang : Ki Muhammad Pamungkas Prasetya Bayu Aji

0 1.020

Lekat dengan sikap santai namun penuh dengan filosofi. Itulah sosok dalang wayang purwa, Muhammad Pamungkas Prasetya Bayu Aji atau Ki Bayu Aji. Di atas pentas sabetan wayangnya dahsyat, dan tak kalah dengan ayahnya yang juga dalang kondang Ki Anom Suroto. Bahkan, banyak orang menyukai gaya khas sabetannya itu. Seperti pepatah: buah yang jatuh tak jauh dari pohonnya, Bayu seolah mengikuti jejak sang ayah. Di usianya yang relatif muda yaitu 28 tahun, ia sudah melanglang buana mementaskan wayang sampai ke luar pulau Jawa.

Bahkan, pernah juga didaulat untuk “beraksi” di mancanegara. Bayu dan wayang, dua hal yang memang tidak bisa dipisahkan. Apalagi perkenalan keduanya yang akhirnya menjadi “intim” terjadi sejak Bayu berusia 3 tahun. Ia pun menyebutnya wayang adalah sebuah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Waktu itu di rumah Ibu di Kemlayan, setiap bulan ada pertunjukan wayang malam Rabu Legi dengan menghadirkan dalang berganti-ganti. Suatu ketika Bapak (Ki Anom Suroto) mengundang dalang dari Nganjuk, Pak Harjunadi. Nah, sebelum Pak Harjunadi ini ndalang kok ada dalang cilik yang mengawali, meski hanya beberapa menit. Kemudian dari situ, saya dapat motivasi agar bisa seperti dalang cilik itu

Kenang Bayu yang kala itu tahun 1987. Maka seketika itu, ia meminta untuk dibelikan baju dalang komplit dengan blangkon.

Source edisicetak.joglosemar.co edisicetak.joglosemar.co/berita/menjadi-dalang-adalah-anugerah-80059.html
Comments
Loading...