Dalang Wayang : Ki Simun, Darah Seni di Wayang

0 57

Ketertarikan Ki Simun pada dunia wayang, nyatanya tak muncul begitu saja. Pria yang masih terlihat gagah meski sudah berusia sepuh ini bercerita jika dirinya dan dalang-dalang di Yogyakarta lainnya adalah satu keluarga.

Ya, jadi dalang-dalang di Jogja semuanya itu satu keluarga. Keturunan dalang-dalang semua. Lha si Ki Seno dalang terkenal sekarang itu, prunan (arti: keponakan) saya

Darah seni begitu mengalir pada Ki Simun dan keluarganya. Ia bercerita pengalamannya di dunia mayang didapat karena diajari oleh bapaknya yang juga dalang. Pria bertubuh tinggi ini memulai profesi sebagai dalang sejak umur 12 tahun. Kala itu, kata Ki Simun, ia tidak sekolah, namun ia merasa bangga.

Simbah mayang sejak tahun 1952, lalu 1954 sudah kondang di sekitar sini. Nah, dulu itu cuma liat Bapak main, lalu diajari yang benar. Simbah gak sekolah, jarene (arti: katanya) Bapak gak perlu sekolah, kamu itu sudah payu (arti: laku), lha Bapak saya bangga, saya juga

Ya, memang zaman itu, anak-anak pribumi yang sekolah masih cukup jarang dan terbatas hanya untuk kalangan priyayi (arti: anak bangsawan). Namun, keterampilan dan bakat yang dimiliki Ki Simun menjadikan berkah dan kebanggaan bagi dirinya sendiri maupun anak-cucunya.

Source kompasiana.com kompasiana.com/nichoryan/58d62b47ba9373794a1a63a6/ki-simun-wayang-klasik-darah-seni-dan-perjuangan
Comments
Loading...