Dalang Wayang : Ki Sudirman, Belajar Dialog Cerita

0 256

Setelah belajar vokal, yang keempat, Ki Sudirman belajar mendialogkan cerita wayang menggunakan tokoh-tokoh wayang. Untuk mendalami ilmu ini, Ki Sudirman memadukan beberapa seni dan kebudayaan Madura. Di antaranya Macapat, tembang berbahasa Madura dengan cengkok yang beragam. Selain Macapat, ada Ketoprak untuk dialog tokoh-tokoh wayang.

Semua seni dan tradisi budaya yang ada di masyarakat Madura, saya padukan sendiri, saya kreasikan sendiri. Orang-orang yang mengerti dunia dalang sudah meninggal semua

katanya. Ilmu terakhir yang dipelajari Ki Sudirman adalah cara memegang dan memainkan wayang kulit. Untuk pelajaran ini, Ki Sudirman belajar kepada seorang dalang asal Nganjuk, Jawa Timur. Dalang ini didatangkan ke wihara Avalokitesvara Pamekasan oleh pengurus yayasan wihara, khusus untuk melatih Ki Sudirman. Pelatih dalang itu kadang sampai tiga bulan menginap di Pamekasan. Ilmu mendalang itu, menurut Sudirman, semuanya ada tingkat kesulitannya masing-masing.

Memegang dan memainkan wayang (sabet) juga sangat sulit. Masing-masing tokoh wayang cara geraknya berbeda. Gerak tokoh Gatot Kaca dengan gerombolan Bhuta berbeda jauh. Yang paling menyulitkan adalah bagaimana memainkan wayang seperti wayang itu punya roh dan bernafas layaknya mahluk hidup.

Source regional.kompas.com regional.kompas.com/read/2018/03/05/08523031/wayang-kulit-madura-hidup-segan-mati-tak-mau-3
Comments
Loading...