Dalang Wayang : Ki Tino Pamungkas Martowiyono

0 163

Dalang Didikan STSI Solo Asal Desa Karangsari Kembaran. Memadukan bakat, pendidikan dan latihan merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam menggali atau mengeksplorasi potensi diri. Ketiga komponen tersebut makin mengkilap dengan didukung kompetisi yang berkelanjutan akan menghasilkan sumber daya manusia unggul yang berkualitas. Dalang wayang kulit seperti profesi bidang lainnya dilahirkan melalui perjalanan yang panjang melalui tahap-tahapan sesuai dengan perkembangan pribadinya.

Bakat (talent) seseorang tak akan ada artinya jika tidak dididik lewat seorang guru dalang serta berlatih setiap waktu. Ki Tino Pamungkas merupakan salah satu dalang wayang kulit Gagrak Banyumasan yang berhasil memadukan keempat unsur diatas. Bakat yang dimilikinya sejak kecil dikembangkan lewat pendidikan di STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) Solo untuk memperdalam penguasaan ilmu seni wayang kulit secara akademis. Tak ada darah dalang yang mengalir ditubuhnya.

Ia sangat mencintai seni budaya adiluhung warisan leluhur wayang kulit oleh karena terpesona dengan dalang legendaris wayang kulit Gagrak Banyumasan Ki Sugino Siswocarito (Banyumas) dan Ki Surono dalang legendaris asal Kabupaten Banjarnegara. Ki Tino Pamungkas belajar di STSI Solo untuk melengkapi ilmu yang didapat dari guru-gurunya di kampung halamannya, Desa Karangsari Kecamatan Kembaran. Ia belajar mendalang pada Karawitan Ngudilaras Sanggar Wahyu Amongrogo pimpinan Bpk Darsan Desa Kembaran Kecamatan Kembaran. Dengan bekal ilmu formal.

Source kangmulyono.com kangmulyono.com/2016/09/profil-ki-dalang-tino-pamungkas.html
Comments
Loading...