Dalang Wayang : Lamido, Dalang Juga Seniman Ketoprak

0 139

Seniman ketoprak kelahiran Tegalrejo, Yogyakarta, 5 Juli 1932. Ia adalah satu-satunya dari ketiga saudaranya yang meneruskan jejak ayahnya Hardjosetomo, sebagai pemain ketoprak. Kecintaannya bermain ketoprak sejak tahun 1943, ketika Pak Lam, panggilan akrabnya, berusia sebelas tahun. Sementara aktif bermain ketoprak, pak Lam mengikuti kursus pedalangan di Habirandha, Keraton Yogyakarta. Pak lam juga menyempatkan diri belajar tari pada Bapak Danusupi, penari Keraton Yogyakarta yang sering membawakan peran Petruk.

Sejalan dengan perkembangannya, Pak Lamido, mulai tahun 1965, membantu pentas ketoprak RRI Yogyakarta; pada tahun 1972, mengisi siaran ketoprak TVRI. Mengetahui hal ini, masyarakat dan beberapa lembaga pun banyak memintanya untuk memberikan latihan seperti DLLAJR (1963), Dinas Pasar (1972), PJKA (1974), Desa Ngestiharjo (1975). Selain bermain, Pak  Lam juga menulis cerita ketoprak ; Keris Ligan, Mendhung Angendanu ing Sukaraja, Tuan Deglik.

Naskah-naskah ini sudah pernah dipentaskan di TVRI Yogyakarta. Sebagai pemain ia aktif bersama grup Sapta Mandala. Dari seni ketoprak, Pak Lam pernah mengukir prestasi diantaranya, sebagai sutradara terbaik dalam festival ketoprak se-DIY tahun 1984. Pak Lamido merasa dunia ketoprak memberinya ketenangan batin selain menunjang penghasilan sehari-harinya sebagai pegawai di Dinas Pasar Beringharjo. Dari perkawinannya dengan Jariyah, ia dikaruniai dua anak yang semuanya perempuan.

Source Dinas tasteofjogja.org/contentdetil.php?kat=artk&id=MzI1&fle=Y29udGVudC5waHA=&lback=a2F0PWFydGsmYXJ0a2thdD0yNSZsYmFjaz0mcGFnZT0z&page=10]
Comments
Loading...