Dalang Wayang : Lebih Percaya Dalang Wayang Kulit

0 65

Setelah membaca di salah satu media online perihal seorang pengamat sosiologi yang menilai seorang calon presiden dari sudut karakter dan emosi. Cuma sayangnya kok hanya melihat dari satu sumber saja, kalau menurut saya sebaiknya dari dua sumber yang

berbeda

Tapi biarlah toh nanti yang menanggungnya kepada Tuhan, bukan saya, …. ya to? Melihat hal tersebut akhirnya saya (yang oleh Tuhan ditakdirkan dilahirkan sebagai orang Jawa) berkeyakinan, lebih baik mempercayai seorang dalang wayang kulit ketika menilai watak dan karakter seseorang, karena akan lebih netral. Dalam sebuah pertunjukan wayang kulit sudah ada pakem atau tata cara yang harus dilakukan.  semisal ada kritik tidak bisa pada sembarang waktu/sesi, biasanya hanya ada di session tertentu yaitu  “goro-goro” (berupa guyonan dari 5 punokawan dan kadang-kadang ditambah cantrik atau limbuk) yang dibawakan dengan kocak dan menghibur, akan tetapi kritiknya membangun sehingga terhindar dari area Black Campaign, karena para dalang menganut budaya “mikul dhuwur mendem jero”.

Sehingga wayang kulit seharusnya bisa dijadikan wacana demokrasi ala Indonesia. Seorang dalang wayang kulit yang sudah ‘senior’,  bukanlah orang ‘sembarangan’, karena mereka sebelum melakukan pertunjukan harus menjalankan ‘lelaku’ agar dalam pertunjukannya lancar dan tidak ada gangguan serta diridhloi oleh Tuhan.

Source kompasiana.com kompasiana.com/yonnicastello/54f71850a333116d5a8b4fc8/demi-demokrasi-saya-lebih-percaya-dalang-wayang-kulit-daripada-pengamat
Comments
Loading...