Dalang Wayang : Maksud daripada Konsep Lakon

0 205

Adapun yang dimaksud dengan konsep lakon yaitu bahwa seorang dalang itu harus bisa menguasai urutan dan peristiwa dari lakon yang akan dipentaskan. Seorang dalang jika akan mementaskan sebuah lakon, maka ia harus tahu lebih dulu lakon sebelumnya dan lakon sesudahnya, agar apa yang disajikan dalam pakeliran tersebut selalu berkaitan, utamanya jika dalang akan menyajikan lakon dengan jenis banjaran. Kemudian yang dimaksud dengan konsep sabet yaitu bahwa seorang dalang untuk dapat menghidupkan gerak wayang tidak hanya sekedar terampil dan cekatan tetapi berkaitan dengan rasa.

Pertama-tama seorang dalang harus menguasai lakon yang dipentaskan, kemudian harus memahami tokoh yang berperan di dalam lakon tersebut. Selanjutnya untuk menghidupkan suasana hati si tokoh, seorang dalang tidak harus mengungkapkan melalui dialog, tetapi dapat diwakili melalui solah tokoh wayang. Demikian pula saat tiba waktunya banyolan, tidak harus diungkapkan melalui dialog, tetapi dapat diwakili dengan solah tokoh wayang tersebut.

Namun demikian Ki Manteb dalam sanggit sabet pernah menyajikan sabet yang tidak pernah disajikan oleh dalang lain yaitu abur Baladewa (Baladewa terbang). Di mata para dalang dan penonton wayang, tokoh Baladewa tidak dapat terbang, tetapi di tangan Ki Manteb Soedharsono tokoh Baladewa dapat terbang seperti Gatutkaca, Kresna dan Arjuna. Hal ini disebabkan karena Baladewa pernah mendapatkan Aji Garuda Nglayang.

Source ia800206.us.archive.org ia800206.us.archive.org/1/items/KiMantebSoedharsonoLR/Ki%20Manteb%20Soedharsono_LR.pdf
Comments
Loading...