Dalang Wayang : Maksud Konsep Catur & Gending

0 175

Selanjutnya dalam konsep catur, Ki Manteb Soedharsono tidak banyak menggunakan bahasa Jawa kuna atau bahasa Kawi, sehingga kadang sukar dimengerti oleh penonton

Beliau lebih suka menggunakan bahasa Jawa yang mudah dimengerti oleh penonton, sehingga cerita atau lakon yang dipentaskan akan mudah dipahami. Hal ini dilakukan bukan karena beliau tidak memahami bahasa pedalangan, melainkan semata-mata hanya untuk memudahkan penonton ataupun masyarakat umum dalam menghayati cerita yang dipentaskan. Dengan bahasa yang sederhana maka penonton akan bisa lebih tahu tentang isi dari lakon yang dipentaskan.

Untuk konsep gending, menurut Ki Manteb Soedharsono bahwa dalam garap gending tidak harus berupa susunan baru

Hal ini bukan berarti gending-gending baru tidak baik, namun gending-gending lama yang sudah ada sangat cukup untuk mewakili bermacam-macam suasana adegan yang dikehendaki oleh dalang. Semua ini tinggal kepandaian ki dalang dalam memilih dan menggarap gendingnya.

Source ia800206.us.archive.org ia800206.us.archive.org/1/items/KiMantebSoedharsonoLR/Ki%20Manteb%20Soedharsono_LR.pdf
Comments
Loading...