Dalang Wayang : Mas Sayid, Dalang Keraton Solo

0 174

Dalang Keraton Mangkunegaran Surakarta, Mas Sayid, yang buat wayang revolusi. Sejak tahun 1960 wayang ini disimpan di Belanda, tepatnya di Wereldmuseum Rotterdam. Empat tahun lalu Belanda mengembalikan wayang ini ke Indonesia melalui Museum Wayang, Jakarta. Warta Kota mencatat, status Wayang Revolusi dipinjamkan – pinjaman jangka panjang – oleh Belanda. Artinya, jika ternyata Indonesia tidak mampu merawat, maka wayang bisa kembali ke Rotterdam.

Harusnya, sekitar 90 wayang itu sudah dipamerkan bergantian di Museum Wayang sebagai karya masterpiece. Namun hingga kini hanya enam saja yang tampil. Selebihnya masih disimpan di Kedutaan Belanda karena di tahun 2005 belum ada vitrin (lemari/kotak penyimpan koleksi). Ketika akhirnya ada bantuan  lima vitrin dari Belanda, 2008, Wayang Revolusi masih juga belum berada di Museum Wayang. Lima vitrin bikinan Indonesia itu ternyata belum memenuhi syarat konservasi, yaitu tidak ada pengontrol lingkungan (temperatur, kelembaban, cahaya) dan pencahayaan masih terlalu tinggi.

Jika wayang itu dipaksakan masuk ke dalam vitrin ini, maka wayang akan menekuk. Mudahnya, cepat rusak. Di sisi lain, terlalu lama disimpan di Kedutaan Belanda, wayang pun berjamur. Keberadaan lima vitrin super besar di Museum Wayang pun seperti tanpa perhitungan. Ruang koleksi museum terlalu kecil diisi lima vitrin besar tadi. Alhasil nantinya vitrin ini akan dipecah, tidak berada dalam satu ruangan karena hanya bikin sumpek.

Source nasional.kompas.com nasional.kompas.com/read/2009/09/02/15363837/rp.8.miliar.mubazir.wayang.revolusi.terancam.balik.ke.belanda
Comments
Loading...