Dalang Wayang : Muhammad Ridwan, Dalang Golek

0 204

Muhammad Ridwan bukannya pulang membawa peti yang berisi kitab-kitab kuning yang dipelajari seseorang yang biasanya sudah tamat belajar mengaji. Anak ini ternyata malah membawa sebuah peti besar yang berisi wayang golek. Bahkan dengan bangganya dia memaklumatkan dirinya telah berhasil lulus menjadi seorang dalang. Yang paling terpukul dengan sikap anak ini, kedua orang tuanya tentu saja. Mereka mengantarkan anaknya ke pesantren, karena berharap agar menjadi seorang anak yang sholeh.

Paling tidak bisa mendo’akannya apabila telah meninggal dunia kelak. Syukur-syukur malah dapat menjadi seorang guru ngaji. Bagaimanapun seorang guru ngaji, guru agama, akan mendapat kedudukan lebih terhormat di tengah masyarakat. Sungguh sayang seribu kali sayang. Jang Ridwan, anak semata wayangnya malah menjadi dalang. Ayah dan ibunya merasa kecewa, tentu saja. Bagaimanapun sikap Jang Ridwan di mata keluarga maupun warga adalah sebagai sesuatu yang bertolak belakang memang.

Seseorang yang yang menjadi santri di pesantren, biasanya akan pulang dengan mendapat sebutan ustaz, atawa guru agama yang di kampung itu lebih dikenal dengan sebutan ajengan. Seorang ajengan adalah sosok terhormat. Dalam bahasa Sunda, ajengan adalah kiayi yang memiliki ilmu agama yang tinggi, atawa secara harfiah bisa juga bermakna sebagai orang yang diajeng-ajeng (ditunggu-tunggu) dan dihormati. Dengan kata lain ajengan dianggap sebagai seorang penerang jalan umat

Source kompasiana.com kompasiana.com/arsudradjat/56b93ce38e7a6163048b4570/calon-ustadz-yang-berubah-haluan
Comments
Loading...