Dalang Wayang : “Multi Peran” Sang Dalang Wayang

0 358

Dalang dalam pertunjukan wayang mempunyai “multi peran” antara lain sebagai : sutradara, aktor, narator, ilustrator, konduktor, penata musik, penata cahaya, dan manager. Demikian kompleknya tugas yang harus diemban, oleh karena itu untuk menjadi dalang Sastramiruda, mengemukakan tujuh persyaratan sebagai berikut:

  • pertama mardawalagu artinya harus paham betul akan lagu karawitan (Jw: gendhing) dan nyanyian (Jw: tembang) Kawi yang digunakan untuk sulukan,
  • kedua amardibasa artinya harus dapat membeda-bedakan bahasa cakepan masing-masing tokoh wayang menurut golongan derajatnya seperti bahasa yang berlaku di lingkungan kerajaan, para dewa, manusia, raksasa, prajurit, dan pendeta,
  • ketiga, awicarita artinya menguasai cerita yang digunakan dalam pedalangan,
  • keempat, paramakawi artinya memahami bahasa Kawi untuk menjelaskan narasi yang memerlukan padan kata,
  • kelima, paramasastra artinya tidak buta aksara,
  • keenam renggep artinya pedalangnya selalu penuh semangat: dan
  • ketujuh sabet artinya trampil dalam menggerakkan semua wayang.

Umar Kayam dengan mempertimbangkan kompleksitas tugas dalang serta beratnya persyaratan untuk menjadi dalang menyatakan bahwa pekerjaan sebagai dalang adalah pekerjaan yang paling sesuai untuk kaum pria. Pernyataan ini sebagian benar. Kenyataan menunjukkan bahwa diantara dalang-dalang pria pada setiap generasi tentu muncul dalang-dalang wanita meskipun jumlahnya relatif sedikit jika dibandingkan dengan pria. Sampai dengan tahun 1980-an diketahui terdapat beberapa dalang wanita terkenal antara lain : Bardiyati dari Baturan Klaten (tahun 1970), Supadmi.

Source indonesiawayang.com indonesiawayang.com/2010/05/10/suharni-sabdowati
Comments
Loading...