Dalang Wayang : Novem Ali (Ki Sudirman), Dalang

0 242

Novem Ali atau yang dikenal dengan nama Ki Sudirman, satu-satunya dalang berbahasa Madura, sempat meninggalkan dunia pewayangan. Realistis saja, dia punya anak dan istri yang harus dibiayainya. Dunia wayang tidak memberikan jaminan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Dia pernah menjadi penyiar radio swasta, lalu bekerja di bank daerah hingga menggagas berdirinya koperasi. Namun seiring usia bertambah, kerinduan untuk kembali kedunia perwayangan.

Satu-satunya wayang kulit kuna (kuno) di Madura ada di Vihara Avalokitesvara, Dusun Candi, Desa Polagan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Wayang yang diklaim sudah berusia 300 tahun itu tersimpan rapi dengan perawatan yang istimewa sehingga bentuk wayangnya masih utuh. Aura wayang itu memancar ketika diperlihatkan oleh pemiliknya, Kosala Mahinda, Jumat (2/3/2018). Dalam sebuah festival pedalangan di Yogyakarta sekitar tahun 2007, Kosala menuturkan, dia memamerkan koleksi wayang miliknya sebanyak lima set. Empat set wayang terdiri dari 800 lembar wayang dengan tokoh yang berbeda-beda. Satu set wayang kuno milik Kosala yang paling menyedot perhatian pengunjung.

Pernah satu waktu perwakilan Sinuhun Pakubuwana XIII Solo datang langsung ke vihara untuk melihat wayang koleksi saya. Wayang kuna (kuno) yang paling menarik dia

ujar Kosala. Tidak hanya keluarga keraton yang kagum, tetapi turis mancanegara juga mengaguminya. Turis asal Swiss yang berkunjung ke vihara langsung ingin membeli wayang kuno miliknya.

Source regional.kompas.com regional.kompas.com/read/2018/03/06/07000021/wayang-kulit-madura-hidup-segan-mati-tak-mau-5-?page=all
Comments
Loading...