Dalang Wayang : Prestasi Alm. Ki Suparman Cermo Wiyoto

0 317

Ki Suparman termasuk dalang “pembaharu” di Yogyakarta kala itu. Ki Suparman mulai menggarap Karawitan, bukan sekedar pengiring Dalang, tetapi diramu agar dapat menjadi daya tarik bagi penonton. Di tangan Ki Suparman, Grup Karawitan Warga Laras mampu menyuguhkan olahan garap gending yang dinamis, kekinian, rampak, kompak, dan tanggap situasi. Ki Suparman juga menggiring grup Karawitannya untuk terbuka dengan gaya kesenian daerah lain, sehingga mampu menghasilkan garap gendhing gaya Yogyakarta, Surakarta, Banyumas, dan lain sebagainya.

Ki Suparman bersama Karawitan Warga Laras juga mampu memasuki dapur rekaman, baik rekaman Wayang Kulit, Uyon-Uyon, maupun Langen Mandrawanan. Beberapa di antaranya adalah ; Wahyu Tejamaya, Wahyu Antatwulan, Antareja Ratu, Sadewa Krama, Rebut Kikis Tunggarana, Wahyu Poncosari, dan lain-lain. Kaset uyon-uyon adalah Gendhing Kembang Gayam – Ladrang Mendes Pelog Nem, Glebag Slendro Manyura, Gambirsawit Slendro Sanga. Kaset Langen Mandrawanara adalah Senggana/Anoman Obong.

Ki Suparman juga seorang dalang Yogyakarta yang memasukkan instrumen Drum ke dalam Karawitannya. Ki Suparman juga memasukkan instrumen Saron Cacahan 9 bilah (lazim dalam Pakeliran Surakarta) ke dalam garap pakeliraannya. Ki Suparman juga mengolah lagu-lagu modern kala itu, untuk disertakan dalam adegan Gara-Gara, seperti Lagu Susana, Lihat Kebunku, Tik Tik Tik Bunyi Hujan, dan lain sebagainya. Ki Suparman mampu menyajikan tata panggung yang rapi, bersih, dan amat menarik.

Source facebook.com facebook.com/groups/107087286048/permalink/10155277622106049
Comments
Loading...