Dalang Wayang : Raden Susanto Guno Prawiro, Dalang Lawak

0 140

Dikenal sebagai pelawak serba bisa, Raden Susanto Gunoprawiro lahir di Kebumen pada tahun 1927. Setahun kemudian tahun 1940 menetap di Madiun mengikuti kepindahan orang tuanya, terus ke Solo sampai 1950 dan selanjutnya menetap di Yogyakarta sampai sekarang di Kampung Wijilan, lingkungan keraton Yogyakarta. Dunia sekolah formal ditempuhnya dengan baik sampai mengantarkannya menjadi guru STM Negeri Yogyakarta. Tapi popularitasnya jelas karena eksistensinya sebagai seniman lawak.

Guna menunjang kemampuannya itu, Mbah Guno secara tekun mempelajari cabang-cabang seni lainnya: musik keroncong, seni pedalangan, seni macapat. Berbagai kejuaraan diikutinya. Tahun 1956, ia menyabet juara pertama perorangan lomba lawak tingkat nasional tahun 1956 yang meneguhkan keberadaannya sebagai seniman pelawak, tahun 1986, keluar sebagai juara III dalam lomba berbusana pria, tahun 1987 di Semarang, menggondol juara I dalam lomba medar sabdha.

Sebagai seorang lawak, Mbah Guno sering diundang ke berbagai wilayah di tanah air, kota-kota di Jawa, termasuk Pulau Nusakambangan, dimana ia harus menghibur para narapidana Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan dan Bali. Bahkan ia pernah menjadi jurkam pada pemilu 1971, 1977, 1987. Di radio Retjo Buntung, Mbah Guno hadir setiap hari minggu siang untuk acara obrolan. Karyanya yang tertulis adalah buku dasar-dasar melawak yang dijadikan pegangan mengajar di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Dari melawak, Mbah Guno pernah dipercaya mengajar di ISI jurusan teater 1988, lawak.

Source tasteofjogja.org tasteofjogja.org/contentdetil.php?kat=artk&id=MzQ1&fle=Y29udGVudC5waHA=&lback=a2F0PWFydGsmYXJ0a2thdD0yNSZsYmFjaz0mcGFnZT0z&page=8]
Comments
Loading...