Dalang Wayang : Riwayat Alm. Ki Suparman Cermo Wiyoto

0 902

Ki Suparman begitu ingin melihat salah satu putranya dapat mewarisi ilmu sebagai seorang Dalang kondang. Bakat itu dilihat oleh Ki Suparman, ada pada anaknya yang keempat yaitu Ki Seno Nugroho. Waktu itu Seno Nugroho masih duduk di bangku SMKI jurusan Pedalangan dan belum pernah sekalipun mendalang. Sekitar tahun 1988, Ki Suparman menerima job pentas di Pekalongan, sedangkan adiknya yaitu Ki Supardi juga pentas Wayang siang malam di daerah Mrican, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Ki Suparman menerima kabar jika anaknya, yaitu Seno Nugroho akan mencoba menjadi dalang siang hari di Mrican. Sebelum berangkat ke Pekalongan, Ki Suparman lalu mempersiapkan diri untuk melihat anaknya mendalang untuk pertama kalinya. Setelah sampai di Mrican, betapa terkejut, haru, bercampur bahagia, ketika Ki Suparman ternyata dapat melihat anaknya benar-benar bisa memainkan wayang dengan baik. Rasa bahagia, bangga, dan terharu tercampur menjadi satu, hingga tidak terasa air mata Ki Suparman menetes.

Mengingat tugas pentas yang jauh, Ki Suparman lalu meninggalkan tempat pertunjukan di Mrican, lalu menuju Pekalongan. Dalam hati, Ki Suparman optimis, Ki Seno Nugroho kelak akan menjadi penerusnya sebagai Dalang. Pada hari Sabtu malam Minggu, tanggal 7 Oktober 1989, Ki Suparman diundang pentas (Dhalang Thok) di rumah seorang Lurah di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Setelah selesai pentas di Borobudur, sakit.

Source facebook.com facebook.com/groups/107087286048/permalink/10155277622106049
Comments
Loading...