Dalang Wayang : Robbi Santoso (Ki Robbi Wignya Carita)

0 240

Tok…tok…tok…tok…tok. Surep toto pitonono, Suwergine daging, rephanenggih swasono tentrem, toto hanggayuh pitono luhur, bahagyo tentrem lamun hangesti luhuring agunan…,

Ucap Dalang Ki Robbi Wignya Carita setiap membuka sebuah pagelaran wayang. Ki Robbi bukanlah dalang biasa. Mengapa? Dia merupakan salah satu dalang peranakan Tionghoa. Ayahnya adalah The Kie Tjwan dan ibunya Lim Pong Han. Kendati berdarah Tionghoa, sejak kecil Robbi telah jatuh cinta pada wayang. Bukan orang tuanya yang memperkenalkan ia dengan wayang, melainkan pembantunya. Waktu Robbi masih kecil, sang pembantu kerap mengajaknya menonton pagelaran wayang kulit.

Itulah ihwal kecintaan Robbi pada wayang kulit. Karena cinta, sekitar 15 tahun lalu, Ki Robbi yang bernama lengkap Robbi Santoso alias The Thin Thue ini memutuskan belajar mendalang. Ia bahkan rela hijrah dari Malang, Jawa Timur, ke Solo, Jawa Tengah, demi mencapai cita-citanya. Di kota ini, ia berguru kepada Darsono, Joko Rianto, dan sejumlah dalang beken lainnya.

Di sini saya belajar ontowocono, titi laras gending, tatakan pakeliran, sabet, dan lainnya. Sampai sekarang saya masih belajar

Ujarnya merendah, Kamis pekan lalu. Dalam mendalang, Robbi cenderung meniru gaya almarhum Ki Nartosabdo, dalang wayang kulit legendaris asal Jawa Tengah. Kendati demikian, Robbi tetap punya ciri khas tersendiri. Di antaranya kemampuan dia menyelipkan kisah-kisah jenaka dalam bahasa China Hokian.

Source aspertina.org aspertina.org/berita-nasional/2012/03/13/memasukkan-unsur-tionghoa-ke-dalam-pakem
Comments
Loading...