Dalang Wayang : Sony Frans Asmara, Dalang Wayang Potehi

0 262

Sony Frans Asmara mengaku kalau menjadi dalang wayang Potehi adalah pilihan hidup sekaligus juga tantangan. Kelahiran Jombang, 22 Maret 1977 ini menapaki jalan sunyi dalang Potehi, karena terlanjur jatuh cinta pada wayang Potehi saat dipertama kali diperkenalkan oleh sang ayah. Selain itu, setiap cerita, karakter, dan gelaran wayang Potegi banyak mengandung pesan moral. Anak pasangan Sesomo dan Suwarni yang asli suku Jawa ini, mulai belajar wayang Potehi sejak di bangku SMP. Sejak duduk  di SMP  dirinya kerap diajak pentas keliling oleh sang ayah.

Saya mulai aktif dan intens belajar mendalang setelah lulus SMP. Guru saya belajar dalang adalah almarhum bapak

papar Sony. Bapak tiga putra, yakni Novan Fransa Mahendra (17), Tahta Wayah Juniarta (9), dan Bintang Ladika Putra (7) ini mengatakan, guna mendalami wayang potehi, dirinya kerap membaca buku ataupun sharing dengan dalang potehi lainnya. Suami Kurniaty ini telah mendalang berkeliling, mulai dari klenteng, gereja, kampus dan pesantren di berbagai daerah, seperti Malang, Cilacap, Pekalongan, Cirebon dan Jombang.

Kalau di klenteng saya menggunakan bahasa Hokkian dan bahasa Indonesia. Sedangkan di tempat umum lainnya pakai bahasa Indonesia. Dialek, karakter dan logatnya disesuaikan dengan tokoh dan daerah tempat saya pentas

papar Sony ini. Saat tak mendalang, Sony kesehariannya bekerja serabutan, namun kebanyakan memberi sentuhan akhir wayang Potehi.

Source indochinatown.com indochinatown.com/humaniora/sony-frans-asmara-jalan-sunyi-dalang-potehi/2964
Comments
Loading...