Dalang Wayang : Suharni Sabdowati Penganut Nartosabdo

0 145

Berawal dari mendengarkan dari siaran wayang melalui radio tahun 1967. Suharni mulai mengenal gaya pakeliran Nartosabdo. Semula yang menarik perhatian karena berbeda dengan para dalang pada umumnya baik dalam sastra, antawacana, dramatik, lakon, sulukan maupun gendhing-gendhingnya. Oleh karena itu ketika ada pentas di Sragen dalam rangka peresmian Waduk Toray, Suharni menyempatkan diri untuk melihat. Dengan minat yang kuat berisi duduk di sebelah kotak wayang bersebrangan dengan dalang.

Semalam suntuk diperhatikannya perilaku dalang dan kagum melihat penampilan Nartosabdo. Berhari-hari terngaing-ngiang gaya pakeliran Nartosabdo. Karena itulah bersama Suparti pergilan ke Semarang untuk nyantrik. Sejak itu keduanya sering kali mengikuti pentas Nartosabdo jika menerima panggilan pentas. Sejak saat itulah, Suharni berusaha meniru gaya pakelirannya. Dengan nyantrik serta mengikuti pentasnya semakin kenal betul terhadap pakeliran Nartosabdo.

Untuk mewujudkan cita-citanya itu, Suharni berusaha keras antara lain dengan mentranskrip seluruh rekaman wayang komersial. Sambil mendengarkan rekaman ia berusaha membaca hasil transkripnya sesuai dengan lagu penyuaraan dalam rekaman. Untuk mentranskrip satu lakon seperti Gatutkaca Sungging biasanya menghabiskan waktu lima belas hari. Untuk membaca transkrip sekaligus menyuarakan dengan rekaman sering memakan waktu minimal sepuluh hari. Suharni berusaha meniru persis pakeliran Nartosabdo baik penampilan pocapan, janturan, dialog, sabet, sulukan dan gendhing-gendhing, selain juga berusaha meniru persis lakon-lakon yang disajikan Nartosabdo.

Source indonesiawayang.com indonesiawayang.com/2010/05/10/suharni-sabdowati
Comments
Loading...