Dalang Wayang : Sutarko (Ki Sutarko Hadiwacana)

0 279

Ki Sutarko lahir pada 25 Desember 1943. Agamanya Islam. Ia lulusan Akademi Bahasa Inggris, di Bandung. Sutarko terbilang sukses dalam pendidikan putra-putrinya, yang hampir semua adalah sarjana Sutarko dikaruniai lima orang putra putri, yaitu: Parikesit Dipoyono (STSI), Endahsih (Sarjana Bahasa Inggris), Diah Shinta (Fak. Janabadra), Sinom Pradopo (Abayo, Yogyakarta), Putut Danardono (SMA). Dari kelima putra putrinya, Parikesit Dipoyono diharapkan bisa mewrisi keahliannya dalam mendalang.

Sutarko belajar mendalang dari orang tuanya, pada usia 14 tahun. Ia belajar mendalang pertama kali pada usia 18 tahun. Prestasi yang pernah dicapai Sutarko dalam pedalangan yaitu, ia pernah mendapat Juara II dalang ke Karesidenan Kedu. Kemampuan gaya pakeliran yang dikuasai yaitu gaya Yogyakarta dan Gaya pasisiran (Bagelenan). Kelebihan Sutarko dalam garap pakeliran antara lain dalam garap catur, dan melawak. Rata-rata pentas dalam tiap bulannya kurang lebih 8 kali.

Ia mendalang sampai antar propinsi, bahkan ke luar negeri antara lain di Jerman, Swiss dan Amerika. Beberapa daerah yang banyak penggemarnya antara lain: Purworejo, Temanggung, Parakan, Purwokerto, dan Lampung. Sutarko belum punya sanggar pedalangan sendiri tetapi ia mempunyai kelompok karawitan dengan nama Aditya Laras. Untuk keperluan mendalang Sutarko sudah mempunyai perangkat gamelan sendiri. Sutarko belum pernah mengarang gending, tetapi ia pernah membuat sanggit lakon sendiri: Ontorejo Balik, Arimboko, dan Semar Dadi Dalang.

Source wayang.wordpress.com wayang.wordpress.com/2010/03/06/ki-sutarko-hadiwacana/#more-1127
Comments
Loading...