Falsafat Wayang : Aswatama, Tergila Gila Banowati

0 248

Aswatama: Tergila gila hanya kepada satu wanita (Dewi Banowati). Pendendam. Aswahtama (Sansekerta: अश्वत्थामा, Aśvatthāmā) atau Ashwatthaman (Sansekerta: अश्वत्थामन्, Aśvatthāman) adalah anak satu-satunya dari guru Drona dan Krepi yang sangat disayanginya. Di kisahkan Aswatama merupakan perwujudan salah satu dari delapan Dewa Rudra dan juga merupakan salah satu dari tujuh Ciranjiwin (mahluk yang abadi) yang dikutuk untuk hidup selamanya tanpa rasa cinta setelah melakukan pembunuhan terhadap lima putra Pandawa dan mencoba membunuh janin yang dikandung Utari istri abimanyu.

Sebelum terlahir ke dunia, sang ayah yaitu Resi Drona telah melalui berbagai usaha yang cukup berat untuk mengabdi kepada Dewa Siwa dengan tujuan agar diberkati seorang anak lelaki yang memiliki keberanian seperti Mahadewa. Aswatama pun lahir dengan membawa permata di dahinya. Permata itu memberinya kekuasaan atas semua mahluk hidup yang lebih rendah dari manusia. Permata itu juga yang melindunginya dari serangan mahluk halus, jin, raksasa, serangga beracun, binatang buas, dan sebagainya.

Drona sangat mencintai anak tunggalnya itu, bahkan ketika mendengar desas-desus kemaitan anaknya dalam perang kurukshetra Resi Drona menjadi tidak memiliki semangat lagi untuk hidup yang membuatnya gugur di tangan Pangeran Drestadyumn. Padahal kabar yang ia dengar adalah kabar mengenai kematian seekor gajah yang bernama Hestitama bukan Aswatama. Setelah perang besar, Aswatama menjadi musuh.

Source Wayangku Albert Usada
Comments
Loading...