Falsafat Wayang : Falsafah Hidup di Wayang Potehi

0 129

Tangan Sukarmudjiono lihai memainkan tokoh wayang potehi dari balik panggung. Dia menggerakkan wayang kecil berbentuk manusia dengan busana khas Tiongkok dengan gerakan berjalan, duduk, menunduk, hingga bertarung melawan wayang lainnya. Jika tidak kebagian memainkan wayang, dalang utama grup wayang potehi Lima Merpati itu memainkan musik mengiringi jalannya cerita wayang dari balik panggung wayan potehi di Klenteng Hong Tiek Hian di Jalan Dukuh Surabaya.

Menjadi dalang wayang potehi dilakukan pria keturunan Jawa ini sejak 35 tahun lalu, rutin tiga kali setiap hari pada pukul 09.00-11.00 WIB, dilanjutkan pukul 13.00-15.00 WIB, dan pukul 18.00-20.00 WIB. Pada waktu tertentu, Sukar kadang diundang manggung ke klenteng lain di luar daerah hingga luar pulau. Eksistensi wayang potehi di Surabaya tidak luput dari perannya dan grup Lima Merpati yang dipimpinnya.

Source Kompas regional.kompas.com/read/2017/01/24/12005831/belajar.falsafah.hidup.dari.wayang.potehi
Comments
Loading...