Falsafat Wayang : Filosofi Gunungan Wayang INA

0 77

Solo yang akrab dengan wayang dan pertunjukannya. Tentang wayang, sebetulnya ia lebih banyak tahu ketimbang saya. Saya mengenal wayang hanya karena pernah

terdampar

di Yogyakarta saat kuliah, beda dengan teman saya yang mengenal wayang sejak kecil dan sudah menjadi kesehariannya. Permintaannya yaitu tentang filosofi ‘gunungan’/’kayon’ atau referensinya itu tidak serta merta bisa terpenuhi, karena saya sendiri juga tidak tahu. Namun, saya berterima kasih, karena selanjutnya menjadi keingin-tahuan saya juga. Ya, saya jadi penasaran untuk mencari tahu tentang filosofi gunungan wayang kulit itu. Sekitar dua tahun yang lalu, teman saya ini pernah membeli ‘wayang gunungan’ ber-prada emas yang lumayan tinggi harganya, yaitu Rp 2,5 juta.

Harga itu dari waktu ke waktu selalu naik, entah berapa sekarang. Demikian juga harga wayang lainnya. Terhadap gunungan itu, saya hanya bisa memandangi saja di galeri penjualnya. Saya hanya membeli wayang lainnya yang lebih terjangkau kantong saya. Wajar jika teman saya ingin lebih mengetahui tentang filosofi gunungan yang dimiliki yaitu. Harga itu sepertinya sepadan dengan keindahan tatahan dan sunggingan(pewarnaan) gunungan itu. 

Source Kompas kompasiana.com/ws-thok/5500e86a8133115318fa7ed4/filosofi-gunungan-wayang-kulit
Comments
Loading...