Falsafat Wayang : Makna Simbolis & Nilai Wayang

0 144

Wayang merupakan materpiece of the oral and intangible herritage of humanity. Menurut Serat Centhini, kesenian adikarya ini mula-mula diciptakan oleh raja Jayabaya dari kerajaan Pamenang (Kediri). Adapun menurut W.J.S. Purwodarminta, wayang merupakan pepatahing wong (penggambaran manusia) dengan kayu atau kulit untuk mewujudkan suatu cerita. Pada masa lalu, wayang merupakan tontonan yang mengandung tuntunan sangat digemari oleh masyarakat berbagai lapisan.

Kini, seiring perkembangan budaya populer, keberadaan wayang sebagai salah satu kesenian tradisional mulai tergeser. Ini misalnya dapat dilihat dari hasil survei Kabare Event sepanjang tahun 2007 yang menunjukkan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai sentra pertunjukkan wayang hanya memiliki delapan perkumpulan wayang yang keseluruhannya beranggotakan 312 orang.

Source media.neliti.com media.neliti.com/media/publications/191291-ID-makna-simbolis-dan-nilai-historiswayang.pdf
Comments
Loading...